Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan melalui Metode Clinical Coaching dan Simulasi Moving Station 25 Kompetensi ILP di Puskesmas Cibeureum

Penulis

  • Aneng Yuningsih Universitas Bakti Tunas Husada
  • Etty Komariah Sambas Universitas Bakti Tunas Husada
  • Enok Nurliawati Universitas Bakti Tunas Husada
  • Idhfi Marfatmawati Universitas Bakti Tunas Husada
  • Yeli Yulianti Universitas Bakti Tunas Husada
  • Betty Suprapti Universitas Bakti Tunas Husada
  • Wayunah Universitas Bakti Tunas Husada
  • Syaefunnuril Anwar Universitas Bakti Tunas Husada
  • Wawan Rismawan Universitas Bakti Tunas Husada
  • Soni Hersoni Universitas Bakti Tunas Husada

DOI:

https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i4.992

Kata Kunci:

Clinical Coaching, Health Cadres, ILP Competencies, Moving Station, Primary Health Care.

Abstrak

Latar Belakang: Transformasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) menuntut kader kesehatan untuk menguasai 25 keterampilan dasar lintas siklus hidup. Namun, keterbatasan media edukasi serta belum optimalnya pendampingan klinis masih menjadi tantangan utama di lapangan. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis kader kesehatan dalam mengimplementasikan 25 kompetensi ILP saat melakukan kunjungan rumah. Metode: Program diselenggarakan di Aula Puskesmas Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pada 29 Mei 2026, dengan tingkat partisipasi peserta mencapai 100%. Metode yang diterapkan berbasis Empowerment-Coaching & Field Implementation, meliputi evaluasi pre-test dan post-test, sesi teori interaktif, serta simulasi moving station pada tiga stasi (Siklus Hidup Awal, Dewasa & Lansia, serta Manajemen Posyandu) yang didampingi oleh mahasiswa Ners sebagai clinical coach. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis kader secara signifikan setelah intervensi, yang dibuktikan dengan kenaikan rerata skor post-test serta kecakapan peserta dalam plotting Buku KIA, skrining PTM (pemeriksaan tekanan darah digital dan pengukuran lingkar perut), hingga pencatatan logbook kunjungan rumah. Seluruh peserta berpartisipasi aktif hingga sesi komitmen bersama di akhir acara. Kesimpulan: Penerapan metode clinical coaching dan simulasi moving station efektif meningkatkan kapasitas dan efikasi diri kader kesehatan dalam mendukung keberhasilan implementasi ILP di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Aneng Yuningsih, Universitas Bakti Tunas Husada

 

 

Referensi

Astuti, R. D., & Wibowo, A. (2024). Pengaruh model pendampingan klinis keperawatan terhadap akurasi pendokumentasian dan keterampilan psikomotor kader posyandu. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 77–86. https://doi.org/10.30595/jppm.v8i1.18420

Fitriani, A., & Susanti, R. (2023). Efektivitas pelatihan kader kesehatan berbasis experiential learning terhadap peningkatan kemampuan skrining penyakit tidak menular. Jurnal Keperawatan Komunitas, 11(2), 115–124. https://doi.org/10.26714/jkk.11.2.2023.115-124

Gopalan, S. S., Mohanty, S., & Das, A. (2021). Empowering community health workers for primary healthcare delivery in low- and middle-income countries: A systematic review. BMC Health Services Research, 21(1), Article 612. https://doi.org/10.1186/s12913-021-06612-x

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2015/2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Buku panduan kader posyandu: 25 Kompetensi dasar kader kesehatan. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Pratiwi, N. L., Hariyono, H., & Hartono, B. (2024). Metode moving station dan coaching klinik dalam meningkatkan efikasi diri dan keterampilan psikomotor kader posyandu. Jurnal Edukasi Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45–56. https://doi.org/10.31101/jekm.v8i1.3120

Rakhmawati, W., Juniarti, N., & Yamin, A. (2022). Capacity building for community health workers in primary healthcare integration: A systematic review. Nurse Media Journal of Nursing, 12(3), 380–395. https://doi.org/10.14710/nmjn.v12i3.45890

Suryani, N., Supratman, S., & Nursalam, N. (2023). Analisis faktor efikasi diri dan persepsi peran kader dalam deteksi dini risiko kesehatan masyarakat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(2), 101–110. https://doi.org/10.7454/jki.v26i2.2150

Wijaya, I. P., & Rahayu, S. (2025). Analisis faktor yang mempengaruhi kinerja kader dalam penerapan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 28(1), 12–22. https://doi.org/10.22146/jmpk.v28i1.98412

World Health Organization. (2021). Operational framework for primary health care: Transforming vision into action. World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

06-08-2026

Cara Mengutip

Yuningsih, A., Sambas, E. K., Nurliawati, E., Marfatmawati, I., Yulianti, Y., Suprapti, B., Wayunah, W., Anwar, S., Rismawan, W., & Hersoni, S. (2026). Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan melalui Metode Clinical Coaching dan Simulasi Moving Station 25 Kompetensi ILP di Puskesmas Cibeureum. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(4), 862–870. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i4.992

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama