Masyarakat SIAP Sehat: Pemberdayaan Masyarakat dalam Tanggap Darurat dan Perawatan Luka Ringan

Penulis

  • Inggrid Dirgahayu Universitas Bhakti Kencana
  • Lia Nurlianawati Universitas Bhakti Kencana
  • Vina Vitniawati Universitas Bhakti Kencana
  • Sumbara Universitas Bhakti Kencana

DOI:

https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i3.886

Kata Kunci:

community empowerment, emergency response, minor wound care

Abstrak

Introduction: Communities, particularly vulnerable groups such as adolescents and community volunteers, often face limitations in knowledge and skills when dealing with health emergencies and disasters. Low preparedness can increase the risk of complications in emergency cases, including wound care, adolescent reproductive health, and the need for basic first aid. Therefore, empowerment-based community interventions are necessary to enhance the capacity of individuals and communities.

Objective: The purpose of this service was to improve the knowledge and skills of teenagers and RW 04 cadre in Cibeet Village, Ibun, Bandung Regency, in dealing with health emergencies and disasters.

Method: This public service was conducted using educational methods, demonstrations, and simulations covering wound care, disaster identification, prevention of reproductive health emergencies in adolescents, and Basic Life Support (BLS). Before and after the activity, pre-tests and post-tests were conducted to measure the participants' knowledge level.

Result: The evaluation results showed a significant increase in knowledge among adolescents and cadres after the activities, reflecting the effectiveness of participatory learning methods in community empowerment. These activities contributed to strengthening community resilience, particularly among vulnerable groups, through enhanced capacity in prevention, early management, and health emergency response.

Conclusion: There was a significant increase in knowledge among adolescents and cadres after the activity, reflecting the effectiveness of participatory learning methods in community empowerment.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Hidayat, A., Suryani, S., & Kusuma, A. (2022). Kesiapan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada luka ringan di komunitas. Jurnal Keperawatan Komunitas, 10(2), 55-63.

Lestari, R., & Nurlaili, R. (2020). Edukasi kegawatdaruratan obstetri pada ibu hamil di komunitas pedesaan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 5(1), 12-20.

Mulyadi, A., & Andriani, Y. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam kegawatdaruratan melalui pelatihan kader tanggap darurat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 221–229.

Putra, D. S., & Widyaningsih, S. R. (2021). Strategi pemberdayaan keluarga dalam peningkatan kesehatan masyarakat berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 6(1), 45-52.

Alruwaili, A. F., Alruwaili, T. A., Alanazi, A. F., & Alruwaili, A. H. (2021). Impact of first aid training on community health awareness and emergency response. BMC Health Services Research, 21(1), 1123. https://doi.org/10.1186/s12913-021-07065-7

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan kesehatan pada kelompok rentan di tingkat keluarga dan masyarakat. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Hidayat, R., Sari, R. P., & Nugroho, Y. (2021). Peran masyarakat dalam pertolongan pertama dan penanganan luka ringan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(1), 45–53. https://doi.org/10.24893/jkma.v15i1.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes.

MoH Indonesia. (2023). Peningkatan Ketahanan Kesehatan Masyarakat dalam Situasi Darurat. Jakarta: Direktorat Jenderal P2P.

Setiawan, H., & Nurul, F. (2022). Pemberdayaan keluarga dalam penanganan luka ringan pasca bencana. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kesehatan, 5(3), 210–218. https://doi.org/10.31289/jpkmk.v5i3.

World Health Organization (WHO). (2022). Community Participation in Emergency Health Responses: Guidelines for Action. Geneva: WHO Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2021). Petunjuk Teknis Pembentukan Desa Tangguh Bencana. Jakarta: BNPB

Park, J., Lee, H., & Kim, S. (2022). Effectiveness of a home-based wound care education program on wound healing outcomes and self-efficacy in community-dwelling adults. Journal of Wound Care, 31(3), 180–187. https://doi.org/10.12968/jowc.2022.31.3.180

World Health Organization. (2021). Community engagement: A health promotion guide for universal health coverage in the hands of the people. Geneva: WHO Press. https://www.who.int/publications/i/item/9789240027794

Astuti, R., Kristanti, D., & Nugraha, P. (2021). Efektivitas pre-test dan post-test dalam mengukur peningkatan pengetahuan peserta pelatihan kesehatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 145–152.

Rosiska, M., & Yati, S. (2023). Pengaruh pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) terhadap kemampuan masyarakat melakukan pertolongan pertama pendarahan pada korban kecelakaan di wilayah kerja Puskesmas Kumun. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Retrieved from https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/13313

Sahiddin, M., Kismiyati, K., Felle, Z. R., & Sunarti, S. (2022). Peningkatan keterampilan dan pengetahuan kader tentang perawatan luka kusta dengan pendekatan learning by doing. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 215–223. Retrieved from https://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/reswara/article/view/2411

Kusumawati, E., Fajriyah, N., & Marlina, N. (2022). Pendidikan kesehatan reproduksi remaja sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(2), 125–134. https://doi.org/10.14710/jpki.17.2.125-134

United Nations Population Fund [UNFPA]. (2020). Comprehensive sexuality education: Advancing human rights, gender equality and improved sexual and reproductive health. UNFPA. Retrieved from https://www.unfpa.org

World Health Organization [WHO]. (2021). Adolescent health. WHO. Retrieved from https://www.who.int/health-topics/adolescent-health

American Heart Association. (2020). Highlights of the 2020 American Heart Association guidelines for CPR and ECC. AHA. Retrieved from https://cpr.heart.org

Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB]. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020–2024. BNPB. Retrieved from https://bnpb.go.id

Laverack, G. (2017). Health promotion practice: Building empowered communities. Open University Press.

Sulistyaningsih, E., Putri, D. E., & Pratiwi, A. (2021). Edukasi perawatan luka sederhana pada masyarakat desa sebagai upaya pencegahan infeksi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 87–94. https://doi.org/10.24853/jpkm.6.2.87-94

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Strategi pencegahan kehamilan remaja di Indonesia. Jakarta: BKKBN.

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Sexually transmitted infections treatment guidelines, 2022. Atlanta: CDC.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: Kemenkes RI.

Rahmawati, N., & Dewi, P. (2022). Mental health challenges among Indonesian adolescents: A review. Indonesian Journal of Public Health, 17(2), 112–120. https://doi.org/10.20473/ijph.v17i2

UNICEF. (2021). Adolescent nutrition: A review of global progress and strategies. New York: UNICEF.

World Health Organization. (2020). Human papillomavirus vaccines: WHO position paper. Geneva: WHO.

Unduhan

Diterbitkan

19-02-2026

Cara Mengutip

Dirgahayu, I., Nurlianawati, L., Vitniawati, V., & Sumbara, S. (2026). Masyarakat SIAP Sehat: Pemberdayaan Masyarakat dalam Tanggap Darurat dan Perawatan Luka Ringan. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 503–511. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i3.886