Edukasi Tanda Bahaya Kehamilan dalam Meningkatkan Keselamatan Ibu dan Janin

Penulis

  • Hasmidar STIKes Bina Bangsa Majene
  • Sukmawati Sulfakar STIKes Bina Bangsa Majene
  • Haerani STIKes Bina Bangsa Majene
  • Nur Anisafauziah Ilham STIKes Bina Bangsa Majene

DOI:

https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i1.782

Kata Kunci:

danger signs, integrated health posts, pregnant woment, socialization

Abstrak

Introduction: Pregnancy is a physiological process experienced by every woman of reproductive age, but it still carries the risk of complications. Danger signs in pregnancy are symptoms that indicate the possibility of serious complications, such as preeclampsia, antepartum hemorrhage, infection, or fetal growth problems.

Objective: The purpose of this community service activity is to create a safe and healthy pregnancy and increase the knowledge of pregnant women and their families so that pregnant women and their families understand the danger signs during pregnancy.

Method: The implementation of this community service activity began with several stages, starting with a lecture and continuing through a discussion and question-and-answer session. The first stage involved an opening and introduction, conveying the purpose of the outreach. The material was presented using simple language and visuals (posters/leaflets). The final stage focused on strengthening the outreach and emphasizing the importance of recognizing danger signs early and seeking immediate medical attention if they appear.

Result: The results of the implementation of counseling activities on danger signs in pregnancy showed that pregnant women understood and increased their knowledge and were able to explain the meaning and signs of danger in pregnancy, pregnancy risk factors, dangers that can occur and preventing and anticipating dangers in pregnancy.

Conclusion: The community service program, implemented in collaboration with the team, has successfully increased the understanding of pregnant women and their families regarding danger signs during pregnancy. Pregnant women can recognize important symptoms such as bleeding, excessive swelling, severe headaches, decreased fetal movement, high fever, and severe abdominal pain as conditions requiring immediate medical attention.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ar, I., & Diana, S. A. (2025). Peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis melalui edukasi dan pemberian makanan tambahan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 801–806.

Nurfitri, N., Wilujeng, A. R., Arianggara, A. W., & Hasnia, H. (2024). Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang enam tanda bahaya kehamilan berdasarkan Buku KIA tahun 2020 di Puskesmas Madising Na Mario. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi, 2(1), 153–158. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v2i2.164

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku KIA edisi revisi 2023. Direktorat Kesehatan Keluarga.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan antenatal terpadu. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi revisi. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan ibu di fasilitas kesehatan dasar dan rujukan. Jakarta: Kemenkes RI.

Lestari, A., Rahmawati, S., & Hidayat, T. (2023). Peningkatan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi tanda bahaya kehamilan di posyandu. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 14(2), 78–85.

Masdanang. (2010). Tanda bahaya kehamilan. Retrieved from http://masdanag.co.cc

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Rohani, N., Sulastri, E., & Handayani, T. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 45–52.

Sari, M., & Putri, D. (2024). Hubungan pengetahuan tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC. Journal of Midwifery Update, 3(2), 60–68.

Say, L., Chou, D., Gemmill, A., Tunçalp, Ö., Moller, A. B., Daniels, J., Gülmezoglu, A. M., Temmerman, M., & Alkema, L. (2023). Global causes of maternal death and the role of obstetric complications. The Lancet Global Health, 11(1), e45–e55.

United Nations Population Fund. (2022). State of the world’s midwifery 2022. New York: UNFPA.

World Health Organization. (2022). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO.

Agus, Y., & Wulandari, E. (2023). Faktor determinan perilaku pencarian layanan kesehatan pada ibu hamil di daerah pesisir. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 22–30.

Fitriyani, R., & Handayani, L. (2024). Peran kader posyandu dalam peningkatan kunjungan antenatal care. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(2), 113–120.

Hidayat, A. A., & Uliyah, M. (2022). Buku ajar keperawatan maternitas. Jakarta: Salemba Medika.

Nugroho, T., Utami, E. D., & Putri, N. A. (2023). Deteksi dini risiko kehamilan pada pelayanan kesehatan primer. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 95–103.

Primasari, R., & Dewi, S. (2023). Edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam pencegahan kematian ibu. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 1–9.

Yuliani, D. R., & Saragih, D. (2024). Hubungan pengetahuan ibu hamil dengan kesiapsiagaan menghadapi komplikasi kehamilan. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 9(2), 77–85.

Unduhan

Diterbitkan

05-12-2025

Cara Mengutip

Hasmidar, H., Sulfakar, S., Haerani, H., & Ilham, N. A. (2025). Edukasi Tanda Bahaya Kehamilan dalam Meningkatkan Keselamatan Ibu dan Janin. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 176–183. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i1.782