Efektifitas Pelatihan kerajinan Bunga Pita Berbasis Komunitas Dalam Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
DOI:
https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i4.989Kata Kunci:
pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, kerajinan tangan, dukungan keluarga, partisipasi pesertaAbstrak
Introduction: Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan menjadi strategi penting untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas kelompok rentan yang memiliki keterbatasan keterampilan dan dukungan sosial. Objective: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian peserta melalui pelatihan pembuatan kerajinan bunga pita. Methods yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan pendampingan intensif serta keterlibatan keluarga sebagai support system. Evaluasi dilakukan terhadap indikator keberhasilan meliputi kemampuan menghasilkan produk, kelayakan produk untuk dipasarkan, partisipasi keluarga, dan tingkat kehadiran peserta. Results menunjukkan bahwa sebagian besar indikator telah tercapai, di mana 85,0% peserta mampu menyelesaikan produk secara mandiri dan menghasilkan produk yang layak dipasarkan, serta 75,0% keluarga berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan. Namun, tingkat kehadiran peserta masih belum memenuhi target, yaitu hanya 60,0% yang mengikuti sebagian besar sesi pelatihan. Conclussion pelatihan keterampilan efektif dalam meningkatkan produktivitas dan pemberdayaan peserta, tetapi diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan retensi dan kehadiran. Integrasi pendampingan individu, penguatan peran keluarga, serta pengembangan metode pelatihan yang adaptif dan berbasis motivasi, termasuk aspek insentif dan pemasaran produk, direkomendasikan untuk meningkatkan keberhasilan program secara berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Azizah, N. (2019) ‘Layanan Konseling Berbasis Komunitas Bagi Klien di Balai Rehabilitasi Sosial’, 13(1), pp. 121–136.
Gunawan, P. V., & Resnawaty, R. (2022). Analisis program posyandu jiwa berbasis community care di Provinsi Jawa Timur. Social Work Journal, 11(2), 122–130. https://doi.org/10.24198/share.v11i2.34834
Hanif, M., Samsiyah, N., Saeroji, H., & Hidayati, N. (2023). Pemberdayaan penderita gangguan jiwa melalui pelatihan kerajinan anyaman bambu untuk meningkatkan kemandirian. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(3), 542–552. https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i3.2008
Hernández, F.A., Loaiza, D.R. and Marulanda, E. (2024) ‘“ Here, I am More than Just Symptoms Combined ” : Mental Health Services from the Perspective of Community Rehabilitation Groups’. Available at: https://doi.org/10.1177/23743735231224266.
Intania, P. S., & Untari, R. (2024). Pengaruh aktivitas kerajinan tangan terhadap self esteem pada pasien skizofrenia. Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa, 3(1), 202–210.
Kasyfillah, M. H., & Muhid, A. (2022). Efektivitas pelatihan keterampilan kerja untuk meningkatkan produktivitas bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ): Literatur review. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas, 4(2), 9–20.
Lepiece, B., Reynaert, C., Jacques, D., & Zdanowicz, N. (2017). Returning to Work after a Common Mental Health Disorder: a New Preoccupation for Mental Health Professionals?. Psychiatria Danubina, 29(Suppl 3), 262–266.
Lestari, R., Yusuf, A., Hargono, R., & Setyawan, F. E. B. (2020). Review sistematik: Model pemulihan penderita gangguan jiwa berat berbasis komunitas. ARTERI: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2), 123–129. https://doi.org/10.37148/arteri.v1i2.44
Mabunda, N.F. et al. (2022) ‘Nurses ’ perceptions of involving family members in the care of mental health care users’, pp. 1–9.
Mahdi, M. and Bogor, R. (2020) ‘Rehabilitasi Psikososial Sebagai Upaya Mencapai Kemandiria Bagi Pasien Gangguan Jiwa Skizofrenia ( Studi di Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RSMM) Bogor)’, Jurnal ISIP, 17(1), pp. 39–46.
Mawaddah, N., et al. (2023). Pemberdayaan penderita gangguan jiwa melalui pelatihan keterampilan kerja di posyandu jiwa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Keperawatan Optimal, 2(1), 50–59.
Ong, H.S., Fernandez, P.A. and Lim, H.K. (2021) ‘Family engagement as part of managing patients with mental illness in primary care’, 62(5), pp. 213–219.
Poulsen, R. et al. (2017) ‘Integrated mental health care and vocational rehabilitation to improve return to work rates for people on sick leave because of exhaustion disorder, adjustment disorder, and distress ( the Danish IBBIS trial ): study protocol for a randomized controlled trial’, pp. 1–15. Available at: https://doi.org/10.1186/s13063-017-2273-0.
Priasmoro, D. P., & Lestari, R. (2023). Prevalence of a sedentary lifestyle as a predictor of risk of chronic diseases and stress levels in Malang, Indonesia. Malaysian Journal of Public Health Medicine, 23(1), 11-16. https://doi.org/10.37268/mjphm/vol.23/no.1/art.1816.
Priasmoro, D. P., Dradjat, R. S., Zuhriyah, L., & Lestari, R. (2023). Model of acceptance for family caregivers in the management of severe mental disorders. The Medical Journal of Malaysia, 78(6), 821-829. https://doi.org/10.47836/mjm.78.6.21
Priasmoro , D. P., S. Dradjat, R. ., Zuhriyah, L. ., & Lestari , R. . (2023). Factors Influencing Family Acceptance of People with Schizophrenia Receiving Care at Home: A Systematic Review. The Malaysian Journal of Nursing (MJN), 14(4), 183-191. https://doi.org/10.31674/mjn.2023.v14i04.019.
Satuhu, N.R.W. (2023) ‘Rehabilitasi Mental Berbasis Komunitas Terhadap Kualitas Hidup ODGJ’, Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), pp. 1389–1399.
Suryaputri, I.Y. et al. (2019) ‘Gambaran Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa Berbasis Komunitas di Kota Bogor’, pp. 13–22.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dian Pitaloka Priasmoro, Rifzul Maulina, Yuni Asri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








