Optimalisasi Sinergi Pelayanan Pemeriksaan HIV pada Ibu Hamil melalui Pertemuan Jejaring Mitra di Wilayah Kerja Puskesmas Pallangga

Penulis

  • Novita Ana Anggraini Universitas Strada Indonesia
  • ST. Sahariah Universitas Strada Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i5.991

Kata Kunci:

HIV screening, pregnant women, health education, partner network

Abstrak

Introduction: Human Immunodeficiency Virus (HIV) transmission from mother to child remains a critical public health issue during pregnancy. At Puskesmas Pallangga, the coverage rate for HIV screening among pregnant women has not yet reached the optimal Minimum Service Standard (SPM) target, primarily due to low community awareness, stigma, and lack of coordinated referral pathways with private health provider networks.

Objective: The purpose of this service was to optimize HIV screening coverage among pregnant women at Puskesmas Pallangga through interactive visual health education and cross-network partner collaboration.

Method: This public service was conducted by implementing interactive health education sessions using visual poster media for pregnant women and holding synergy coordination meetings with partner health networks (clinic representatives, independent midwives, and cadres) at Puskesmas Pallangga on July 14, 2026. The evaluation assessed participants' engagement, understanding, and the establishment of referral workflow agreements.

Result: Quantitative baseline data at Puskesmas Pallangga in 2025 indicated that out of a total SPM target of 1,401 pregnant women, 1,132 women were tested for HIV, achieving an 80.8% coverage rate. Consequently, 269 pregnant women (19.2%) remained untested, mainly because they received antenatal care (ANC) at partner network facilities that lacked HIV testing kits and referral protocols. Following the intervention, participant engagement reached 100%, leading to enhanced knowledge regarding HIV screening benefits and the successful creation of an integrated referral pathway connecting 3 partner network clinics to Puskesmas Pallangga.

Conclusion: Integrating visual media-based health education with partner network coordination serves as an effective strategy to improve public awareness and resolve screening gaps to achieve complete HIV testing coverage among pregnant women.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Bullan, L., Widiyawati, Permatasari, R., Adawiah, S. R., Herdianti, V. N., Adam, Z., & Yusantari, S. (2022). Edukasi Resiko Penularan HIV/AIDS pada Ibu Rumah Tangga dan Lansia. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 291–296. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v2i3.105

Kurniawati, A., & Handayani, R. (2023). Penerapan Pendampingan Ibu Hamil oleh Kader Kesehatan dengan Metode “SISKA” Satu Ibu Satu Kader sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu Hamil. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 253–259. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v3i4.307

Mukti, A. S., Purnamasari, K. D., & Rohita, T. (2023). Pelatihan Kader dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Berbasis Budaya pada Ibu Hamil di Kampung Kuta Desa Tambaksari. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 149–153. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v3i3.257

Lamma, N. A., & Peristiowati, Y. (2025). Peningkatan Pengetahuan Klien tentang HIV/AIDS melalui Edukasi Audiovisual. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 215–223. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i1.778

Heriyanti, S. W., Suminar, R., Rohmah, S., Heryani, S., & Hindiarti, Y. I. (2026). Pendampingan Kader dalam Pengolahan Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis Menggunakan Sumber Pangan Lokal. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 303–308. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i2.813

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (2019). Sistem Informasi HIV/AIDS dan IMS (SIHA): Laporan tahun 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ernawati, E., Sudiman, E., & Widodo, S. (2020). Analisis faktor yang berhubungan dengan kesediaan ibu hamil melakukan tes HIV di wilayah kerja UPT Puskesmas Cimanggis Depok tahun 2019. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 4(1), 1–10.

Fitriani, R. (2023). Analisis pelaksanaan standar pelayanan minimal pada Puskesmas Kecamatan XXI Koto Kampar (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Green, C. W. (2016). Pengobatan untuk AIDS. Yayasan Spiritia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Infodatin HIV/AIDS. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan Indonesia 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Berani tes, berani lindungi diri: Kemenkes targetkan eliminasi HIV dan IMS tahun 2030. https://kemkes.go.id/id/berani-tes-berani-lindungi-diri-kemenkes-targetkan-eliminasi-hiv-dan-ims-tahun-2030

Maharani, H., & M. U. (2022). Sistem informasi desa dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis web. Jurnal Informasi dan Teknologi.

Nugrahawati, R. E. P. C. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Sleman (Skripsi). Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta.

Notoatmodjo, S. (2017). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta.

World Health Federation. (2023). World heart report 2023: Confronting the world's number one killer.

World Health Organization. (2015). Global status report on noncommunicable diseases 2014. World Health Organization.

World Health Organization. (2023). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

World Health Organization. (n.d.). HIV/AIDS. https://www.who.int/health-topics/hiv-aids

Unduhan

Diterbitkan

26-09-2026

Cara Mengutip

Anggraini, N. A., & Sahariah, S. (2026). Optimalisasi Sinergi Pelayanan Pemeriksaan HIV pada Ibu Hamil melalui Pertemuan Jejaring Mitra di Wilayah Kerja Puskesmas Pallangga. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(5), 961–973. https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v6i5.991